Cabe Rawit

CABE RAWIT VIOLET

Akhir-akhir ini cabe rawit violet menjadi buah bibir di kalangan penggemar tanaman hias. Sebab tanaman ini selain cantik juga sangat bagus sebagai penghias taman. Cara penanamannya pun tidak sulit sehingga layak untuk dicoba.

Cabe rawit hias ini bisa dijadikan sebagai penghias taman. Sedangkan di meja hidang bisa menjadi penghias makanan sebelum disantap. Hanya cabe rawit ini tidak dikonsumsi sebab rasanya tidak enak.

Menanam Di Pot
Cara menanam cabe rawit violet sama seperti menanam cabe rawit biasa. Cabe ini lebih menguntungkan ditanam di pot dibanding di tanah langsung. Sebab akarnya tidak menghujam jauh ke dalam tanah. Sehingga pada musim kemarau akar tidak mampu mengakses air di dalam tanah. Kondisi ini membuat tanaman kerdil dan lama-lama mati.

Lain halnya bila di tanam di dalam pot. Ketersediaan air selalu terjaga karena selalu disiram. Kondisi ini membuat tanaman berbuah tak kenal musim. Hini disebabkan kebutuhan air dan nutrisi terpenuhi dengan baik.

Umumnya menanam cabe violet dari bijinya. Meski ditanam dari biji tetapi biasanya tidak menyimpang dari aslinya. Biji diambil dari buah yang telah masak. Warna merah menandakan cabe telah tua. Buah cabe kemudian dikeringkan. Pengeringan beretujuan agar kadar air biji berkurang sehingga tidak mudah berjamur. Setelah kering dibelah memanjang dan diambil bijinya. Menyemaikan biji dilakukan dengan cara menaburkan di media tanam.

Cabe akan tumbuh subur bila ditanam di media tanam yang subur. Media tanam bisa dibuat sendiri dengan cara mencampur pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Pupuk kandang bisa diganti kompos.

Perawatan
Agar tanaman tumbuh subur dan berbuah perlu dirawat. Perawatan dilakukan dengan cara menyiraminya bila tanah kelihatan kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum matahari terbit. Bisa juga sore hari menjelang matahari terbenam. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan selang agar debit air tidak terlalu deras. Hal ini untuk menghindari media tanam di pemukaan pot hilang akibat tekanan air yang deras.

Pemupukan juga perlu dilakukan. Gunakan selalu pupuk organik. Pemberian pupuk jangan berlebihan, sebab bisa menyebabkan tanaman mati. Dosis dan waktu pemupukan perhatikan pada label pupuk. Umumnya cabe rawit violet sudah berbuah pada umur 75 hari hingga 4 bulan. Selanjutnnya tanaman akan terus berbuah.

Sumber : majalah kartini

BUDIDAYA CABAI RAWIT

Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24 – 27 derajat Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0 sampai 10 derajat serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi, pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Tanaman cabe juga sangat bagus jika intensitas pengairannya cukup, tetapi apabila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri (dalam kasus saya dulu, sebelum cabe kriting saya pindah ke tanah/kebun, saya mempergunakan dahulu polybag sebagai media sementara untuk memperkuat akar dan supaya unsur hara dari pupuk kandang dapat terserap optimal, namun proses penyiraman melalui hujan yang terus menerus membuat tanah terlalu basah dan akhirnya beberapa tanaman busuk dan mati), namun sebaliknya juga Jika kekurangan air, tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. jadi harus benar2 diperhatikan tingkat pengairannya agar tak terlalu over. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan, sebaiknya menghadapai musim kemarau, kita membuat kolam penampung dari pelasti di kebun kita agar pasokan air untuk tanaman dapat terjaga secara optimum.

Dalam budidayaan cabe, perlu kecermatan dalam milih varietas, agar dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar. Tahap awal budidaya cabe adalah membuat persemaian guna menyiapkan bibit tanaman yang sehat, kuat dan seragam sebagai bahan tanam di lapangan. Media semai yang dipergunakan hendaknya mempunyai struktur yang remah, tidak menahan air dan cukup nutrisi. Bahan yang dapat digunakan adalah campuran kompos(bokasi lebih mantap), tanah, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk menambahkan nutrisi berikan pupuk NPK grand S-15 sebanyak 80 gram yang telah dihaluskan untuk tiap 3 ember campuran bahan tersebut.

Lahan yang akan dipakai tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma dan akar bekas tanaman lama, agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit. Apabila lahan banyak ditumbuhi gulma(tanaman pengganggu), pembersihannya lebih baik menggunakan Herbisida Sistemik seperti Rambo 480AS . Selanjutnya lahan digemburkan sambil memperbaiki areal kebun untuk menghilangkan OPT yang bersembunyi di tanah. Buat bedengan dengan ukuran lebar 100 – 110 cm dengan ketinggian bedengan 50 – 60 cm dan lebar parit 50 – 60 cm . Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. setelah itu baru melakukan pemupukan dengan NPK dan pupuk kandang, namun jangan terlalu rapat dengan tanaman, agar menghindari panas yang berlebih pada tanaman yang diakibatkan oleh NPK.

Jarak tanam yang digunakan adalah 50 – 60 cm jarak antar lubang dan 60 – 70 cm untuk jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag. Pembuatan lubang tanam sedalam 8 sampai 10 cm . Lubang tanam dibuat dengan cara menugal tanah sedalam 8 – 10 cm. Bibit cabe dipersemaian yang telah berumur 15 – 17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan fungisida dan insektisida 1 – 3 hari sebelum dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam Seleksi dan pengelompokan bibit berdasarkan ukuran besar kecil dan kesehatanya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau pada saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan media tidak pecah dan langsung dimasukkan pada lubang tanam. Kemudian lakukan pemasangan lanjaran atau ajir, dipasang di samping lubang tanam.

Setelah tanaman berumur 7 – 14 hst , tanaman yang nggak tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan bibit yang masih ada di persemaian. Kalo pada lubang tanam tumbuh gulma, maka perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut . Pengendalian gulma perlu dilakukan pada gulma yang tumbuh di parit dengan menggunakan cangkul atau dengan herbisida Rambo 480AS, tapi hati2 jangan sampe herbisida tersebut kena sama tanaman cabe. Pewiwilan perlu dilakukan pada tunas yang tumbuh pada ketiak yang berada dibawah cabang utama dan bunga pertama yang muncul pada cabang utama. Pewiwilan ini dilakukan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat optimal. Pengikatan dilakukan saat tanaman umur 10 – 15 hari dengan mengikatkan batang yang berada dibawah cabang utama dengan tali plastic pada lanjaran atau ajir. Pada saat tanaman berumur 30 – 40 hari, ikat tanaman diatas cabang utama dan ikat juga pada saat pembesaran buah yaitu pada umur 50 -60 hari.

supaya macu pertumbuhan tanaman, sebaiknya melakukan pemupukan tambahan mulai umur 7 sampai 60 hari dengan NPK dengan interval 7 hari . Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 gram per liter. Pada saat tanaman berumur 30 hari, pemupukan susulan pertama dilakukan dengan memberikan campuran pupuk NPK dan Urea . Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, lakukan penyemprotan dengan pupuk daun Mamigro Super P atau NPK Spesial, Gardena B atau dengan Pupuk Mikro Fitomic.

penyiraman dilakukan setiap 7 – 10 hari atau tergantung kondisi lahan dengan cara menggenangi atau leb. Pada waktu pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman.

Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah : kukuyaan,ulat daun,nematoda (cacing kecil) dll …ciri2 tanaman yang terserang biasanya bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung.  Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder, bergantian dengan insektisida Promectin. Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.

Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah · Rebah semai, Layu, Busuk , Bercak daun, Penyakit Virus Penyakit anthracnose buah, gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk (itu yang membuat saya panen lebih cepat kemaren,sehingga cabe dipaksakan panen hijau). Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide bergantian dengan fungisida Victory, dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl . Rebah semai ( dumping off ) , Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan menyemprot fungisida sistemik Starmyl  saat dipersemaian dan saat pindah tanam tapi pengendalian hama menggunakan fungisida kimia tadi juga harus diberikan dengan takaran yang sesuai, jangan sampai over, nanti bisa mengakibatkan tanaman kering dan mati, karena kepanasan.

pada saat tanaman berumur 75 – 85 hari yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabe siap dilakukan pemanenan pertama. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar.

Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Buah cabe yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabe sehat. Pisahkan buah cabe yang rusak dari buah cabe yang sehat. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan.

hal-hal yang harus saya perbaiki adalah pengendaian OPT antrachnose buah yang menyerang buah ketika berwarna kuning kecoklatan, bercak2 yang ditimbulkan mempengaruhi kualitas hasil panen, sehingga bila didiamkan akan mengakibatkan gagal panen.

tapi bagaimanapun semua harus disyukuri, dengan lahan yang sangat terbatas itu, saya bisa menghasilkan sekitar 35 kg dalam panen pertama (usia cabe dapat mencapai 2 tahun), itu belum ditambah penjualan2 kecil ke warung-warung disekitar rumah dan tetangga2 yang membeli cabe kepada saya.  kawan2 bisa menghintung sendiri berapa keuntungan yang bisa didapat jika mulai menekuni pertanian cabe rawit ini, sekedar memberi gambaran jika harga cabe rawit (cengek) saat ini di pasar tradisional sebagai berikut :

  • cabe rawit domba berwarna merah (masak sempurna) Rp. 30.000 s/d 32.000,
  • cabe rawit domba berwarna hijau Rp. 20.000 s/d 25.000
  • cabe rawit domba warna putih (muda) Rp. 17.000 s/d 25.00
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s