Pengalaman

DITILANG POLISI

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Saya segera belok kekiri. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Saya berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit!


Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. saya menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

“Mana helmnta. Tolong keluarkan SIM-mu.”Saya menyerahkan SIM, lalu saya diajak ke Pos Polisi dan disitu saya di tanya SIM diambil di Pengadilan.

Saya bilang aja pa saya skrang mau ke bandung lagi.

Sekarang mau kemana?

Saya mau ngantar istri dulu ke RS.

Jadi gimana?

Ya sudah damai saja lah, terus saya kasih aja Rp. 10.000. Lanca deh

Berhati-hatilah, karena hidup amat sangat berharga… Suka kita bisa jadi duka bagi orang lain. Maka berhati-hatilah

Teganya Temanku
Semalam sore seperti biasanya aku dan beberapa teman sekantor datang dan bergabung di disuatu tempat, ya..tempat yang persis ditepi jalan, dijadikan pos untuk saling berbagi suka dan duka serta tempat bertukar informasi sebagai kegiatan yang rutinitas.

Sore itu kami minum arak sekedar mengisi waktu sambil berdendang menyanyikan beberapa buah lagu favorit yang diiringi dengan sebuah gitar. Waktupun tak terasa sudah berlalu, jam menunjukan pukul 20.00 wib. Bermaksud hendak mencari udara segar atau sekedar “membuang hasil pengolahan arak”, aku berjalan dari tempat itu ke depan sekira 10 langkah.

Tiba-tiba melintas sebuah mobil truck dengan kecepatan yang lumayan. Terkejut melihat aku, supir truck berusaha mengindar dengan membanting setir kekanan, uups…aku terhindar, tapi naas bagi truck itu menabrak sebuah pohon. Sungguh kejadian yang sangat cepat, pohon itupun tumbang tepat menimpah aku, batang pohon sebesar paha tertimpa tepat diwajahku.

Sebenarnya teman sekantor menyaksikan peristiwa itu, tragisnya… mereka tidak mau menolong sembari tetap bernyanyi dengan asyik, “Sungguh tega kalian teman-teman”. ingin rasanya aku berteriak minta tolong, tapi apa daya batang pohon yg menimpa berada tepat dimulut dan hampir menutup hidungku yg sudah mulai sulit bernafas.

Kedua tanganku pun tak kuasa bergerak, aku berusaha meronta dari tindihan batang pohon itu. Usahaku tidak sia-sia, batang pohon mulai bergelinding dari wajahku. Bukannya terasa lega, batang pohon itu bergelinding pindah menindih leherku. merasa tersesak aku minta tolong sekeras-kerasnya, tapi tidak bisa mengeluarkan suara sebab leherku sudah tercekik batang pohon. Dada sudah penuh sesak, mungkin inilah ajalku, dalam hati aku berdoa sambil menangis.

Lalu tiba-tiba………..Aku terbangun dari mimpi, kulihat kaki kanan istriku memang melintang tepat di leherku, dengan segera kuhempaskan kakinya….”batang pohon sialan…!!! hampir mati aku gara-gara kau..!!!”.

Aku duduk dengan nafas ngos-ngosan sambil merenung, …Iiih sungguh tega teman-teman sekantorku yang tak mau menolong aku.

“Ada apa pa ?” tanya istriku yg juga terbangun dari tidurnya. “Ada apa ada apa lagi kau bilang…!!!, aku tertimpa pohon, teman-teman sekantorku nggak mau menolong aku” kataku.

“Pohon apa?, mana pohonnya pa? ” tanya istriku keheranan. “Pohon itu kakimu…!!!!” imbuhku. “Sory deh..pa” katanya sembari tersenyum-senyum.

Upaya penyelamatan diri
Saat terjadi kecelakaan pesawat. Ada yang diyakini selamat, korban selamat itu pun terdampar di pulau yang tidak dikenal. Tiga orang itu bernama Yono, Bambang, dan Joko. Lalu mereka di tahan oleh orang-orang primitif yang tinggal disana.

Yono : “Bambang, gimana nih, kok malah di tangkep orang-orang beginian?”
Bambang : “Yo wes, mau gimana lagi. Manut wae.”
Joko : “Liat tu, ada kepala suku datang!”

Kepala suku :”Kalian akan aku bebaskan asalkan, kalian dapat memasukkan buah buahan ke dalam pantat kalian tanpa tertawa sedikit pun. Barang siapa yang tertawa kepalanya akan saya penggal.”

Dengan semangat Yono, Bambang, dan Joko pun segera mencari buah buahan agar dapat selamat. Tidak sampai tahunan, dalam hitungan menit mereka telah sampai dan membawa buah masing-masing.

Giliran pertama Yono, dia memilih buah yang kecil, yaitu anggur. Dengan mudahnya Yono memasukkan buah anggur kedalam pantat tanpa tertawa.

Berikutnya giliran Bambang, karena susahnya mencari buah. Bambang mendapat cherry, lalu dia masukkan ke dalam pantat tanpa tertawa.

Terakhir, Joko. tanpa pikir panjang Joko memetik buah Durian. Lalu dengan paksaan dia masukkan ke dalam pantatnya. Melihat Joko memasukkan Durian kedalam pantat tersebut, Bambang dan Yono ngakak abis.

Akhirnya Joko yang selamat

SEJAK KENTUTAN PERTAMA
Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya: Sayang, kita pergi yuk,tapi mata kamu harus ditutup yah!

Kok harus ditutup sih mas? kata istrinya
Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu..
Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak […]

Ngirim Karangan
Kamal: Fis, gw tiap hari ngirim karangan ke wakakapedia.com koq gak pernah ditulis, sich?

Nafis : Lu ngirimnya karangan seperti apa?
Kamal : Karangan bunga.
Nafis : ?!?!!?!

Buta, Tuli dan Bisu

Di bawah pohon beringin ada 3 orang cowok, cowok pertama ga bisa melihat cowok kedua gak bisa mendenger cowok ketiga bisu.

Tiba-tiba datanglah sebuah mobil hitam dan keluarlah dua orang cewe cantik yang ingin bertanya alamat.

“Mas Jalan Sakura Satu No 13 di mana ya?” wanita itu bertanya kepada cowo kedua.

“Eh, dia nanya nama we baru ketemu ja dah mau kenalan ni cewe.” kata cowo kedua.

“Eh, dia tuh nanya alamat blekok” kata kata cowo pertama.

“Ya udah deh saya nanya ma kamu ja” kata cewe itu bertanya kepada cowo pertama dengan pertanyaan yg sama.

“Saya tau tapi masalahnya saya ga pernah ngeliat karena saya buta.” kata cowo pertama.

“Yaudah saya nanya ke loe aja deh” kata cewe itu bertanya kepada cowok ketiga.

“Uus, Uus, bitu eok anan.” kata cowo ketiga.

“Wah.. Mas ini bisu, cape deh…” kata cewe sambil berlalu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s